Remaja 19 Tahun Raup Miliaran Rupiah Berkat Bisnis Percetakan 3D
Oleh CNBC Indonesia
19 Oktober 2026 pukul 09.50 WIB1 menit baca4 dibaca
Pemuda berusia 19 tahun asal Jakarta bernama Mike Satterlee sukses mencatatkan pendapatan hingga Rp 12,3 miliar dalam kurun waktu setahun. Usaha tersebut ia jalankan menggunakan mesin cetak 3D yang awalnya dibeli seharga Rp 7,5 juta dan dioperasikan dari area bawah tanah kediaman orang tuanya.
Ketertarikan Satterlee bermula saat dirinya duduk di bangku kelas satu SMA dan mengikuti kelas desain. Dirinya merasa takjub melihat objek di layar komputer dapat diwujudkan secara nyata melalui mesin cetak 3D.
Menggunakan uang tabungan kado ulang tahun yang dikumpulkan bertahun-tahun, ia membeli perangkat cetak 3D pertamanya yang sampai di kediamannya pada September 2022. Pada tahap awal, ia memanfaatkan ruang bawah tanah untuk mencetak aneka benda ukuran kecil seperti mainan, dekorasi, hingga barang pesanan rekan-rekannya.
Upaya awal menjual aksesori alas kaki bernama Solefully berjalan meski belum menjadi fenomena besar. Satterlee terus melakukan uji coba, membagikan hasil cetakan kepada rekan, serta mengunggahnya ke media sosial sampai sebuah rancangan produk kantung kaleng minuman ganda mengubah peruntungan bisnisnya.
Unggahan foto produk tersebut di platform Instagram memicu lonjakan pesanan yang masif. Selama enam minggu, ia harus bekerja nyaris tanpa istirahat demi merampungkan seluruh pesanan yang masuk.
Seluruh laba yang diperoleh tidak dihamburkan untuk keperluan gaya hidup. Satterlee yang masih menetap bersama orang tuanya hanya mengambil uang saku seperlunya, sementara sisa dana dialokasikan kembali untuk menambah unit mesin.
Usaha miliknya kian membesar hingga pada awal tahun 2024 ia menyewa ruang gudang seluas 280 meter persegi, yang menghasilkan Rp 3,8 miliar menjelang akhir 2024. Pemasukannya terus melesat hingga sempat menyentuh angka Rp 1,5 miliar dalam satu bulan pada tahun 2025.
Saat ini, Satterlee menjalankan 160 unit mesin cetak 3D secara bersamaan dengan bantuan satu pegawai tetap. Ia memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah karena menilai kesempatan bisnis yang ada sedang berkembang sangat pesat.
Sumber: CNBC Indonesia
Pewarta: CNBC Indonesia
Copyright © 2026 Signal Nusantara