Balita di Samarinda Meninggal Dunia Usai Alami Sesak Napas
Oleh VIVA
16 Oktober 2026 pukul 08.14 WIB2 menit baca9 dibaca
Seorang anak berusia 1 tahun 2 bulan yang tinggal di Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, menghembuskan napas terakhir pada hari Kamis, 15 Oktober 2026. Korban wafat seusai menderita gangguan pernapasan secara mendadak.
Sarno selaku kakek korban menjelaskan bahwa cucunya sempat dibawa ke Puskesmas pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Mulya Medika guna memperoleh tindakan medis lanjutan. Kondisi kesehatan pasien kemudian merosot sehingga harus dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU), tetapi nyawanya gagal diselamatkan sehari berselang.
"Kalau sesak napasnya mendadak ya. Saya kan malam ke sini terus pagi dibawa ke Puskesmas terus RS Medika,"
Pihak keluarga menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan paparan kabut akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengepung wilayah Palaran. Sarno menuturkan bahwa kabut tebal sempat mengepung permukiman mereka.
"Kebakaran tadi malam asap yang dari Balik Buaya ke sini, yang dari Betowas ke sini. Memang kadar asapnya tinggi sekali. Tapi kala bukan factor itu kalua memang sudah (takdir) Allah ya bisa aja. Tapi bagaimanapun pemicunya kan itu asap,"
Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat ada 277.075 penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut hingga tanggal 12 Oktober 2026. Sebanyak 62.400 penderita atau 22,5 persen di antaranya merupakan anak dalam rentang usia 0 sampai 5 tahun.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, menyatakan pada hari Rabu bahwa angka tersebut terus diawasi guna mendegksi kenaikan kasus serta memperkuat tanggapan di bidang kesehatan. Pemerintah pusat dan daerah juga mendistribusikan lebih dari 2,8 juta masker serta mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan.
"Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya lainnya yang dapat memicu ISPA, batuk, sesak napas, serta memperburuk asma. Bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok rentan,"
Masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila anak mereka menunjukkan gejala seperti sesak napas, kesulitan menyusu dan minum, ataupun napas cepat.
Sumber: VIVA
Pewarta: VIVA
Copyright © 2026 Signal Nusantara